Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » , » Dari Modal Mengamen, Pemuda Ini Buka Usaha Cendol Bermoset Rp 1,25 Miliar Perbulan

Dari Modal Mengamen, Pemuda Ini Buka Usaha Cendol Bermoset Rp 1,25 Miliar Perbulan

Posted by Detik Tribun on Senin, 10 Juli 2017

Jakarta - Radja Cendol (Randol) kini sukses mengantarkan cendol sebagai minuman tradisional yang naik kelas. Pendiri Radja Cendol, Danu Sofwan menjelaskan, saat ini permintaan cendol terus meningkat.
Dari Modal Mengamen, Pemuda Ini Buka Usaha Cendol Bermoset Rp 1,25 Miliar Perbulan


Setiap hari secara rata-rata, Radja Cendol pusat bisa mendistribusikan sekitar 10.000 cup ke seluruh Indonesia. Pendapatan per hari diasumsikan Rp 5.000 per cup.

Ini artinya per hari Danu bisa mencatatkan omzet per hari Rp 50 juta dan per bulan efektif 25 hari Rp 1,25 miliar. Jika bulan Ramadan, permintaan cendol bisa meningkat 30% setiap harinya. Menurut dia karena cendol sudah jadi primadona untuk takjil karena rasanya yang manis dan menyegarkan.

Menurut dia, meskipun cendol dari pinggiran, Radja Cendol berupaya untuk membuat minuman ini memiliki nilai lebih dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

"Kami ingin cendol bisa terus bersaing dengan minuman dari luar negeri, kami ingin cendol bisa naik kelas dan kami akan gencar mengkampanyekan itu," ujarnya.

Juni 2014, merupakan tonggak sejarah Danu, dia mendirikan outlet pertama di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Modal awal yang digunakan untuk membangun kerajaan cendol ini adalah Rp 5-6 juta. Dia mengaku mendapatkan dana tersebut dari hasil mengamen dan menjadi supir temannya.

"Memang dulu untuk modal awal saya mengamen di Blok M, karena memang berasal dari keluarga bangkrut jadi fight saja untuk bertahan hidup, terus saya juga pernah jadi supir teman dan dibayar Rp 1,5 juta, itu untuk cicil bikin gerobak," kenang dia.


Setelah modal awal terkumpul, Danu membuat rombong dan menggunakan tenda. Hal ini dilakukan agar tidak menghilangkan unsur tradisionalnya.


Peluncuran hari pertama, Danu menjual cendol sebanyak 200 cup cendol. Sebenarnya, yang terjual benar-benar itu adalah 40 cup. Sisanya sebagai strategi pemasaran, dia menggunakan buy 1 get 2 untuk menarik pasar, dan promosi itu efektif.

Pertama kali launching, dia mendokumentasikan keramaian outletnya. "

Dulu kan jamannya blackberry messenger (BBM), saya langsung broadcast kalau ada peluang usaha terbaru yang bikin heboh, bikin macet dan pokoknya akan terkenal, besoknya, ada 3 orang dari Fatmawati, Bogor dan Banten yang langsung join franchise, itu yang bikin langsung balik modal," ujarnya.

Insting bisnis Danu memang sudah terasah, sebelum mengorbitkan Radja Cendol ini, dia sudah memikirkan usaha yang ia rintis saat itu akan diarahkan ke mana.

Jadi saat launching dia sudah menyiapkan 'alat perang' seperti proposal franchise, formulir dan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjadi mitra. 

Jadi saat launching dia sudah menyiapkan 'alat perang' seperti proposal franchise, formulir dan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjadi mitra. 

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Detik Tribun. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger